TERBARU | +62 852-2765-5050 | Sajadah Batik Sogan

+62 852-2765-5050 .sajadah batik sogan


Sajadah Batik Sogan - Batik telah menjadi sebuah warisan dari para leluhur yang diturun temurunkan mulai dari awalnya sejarah batik sangat erat kaitannya dengan masa kerajaan Majapahit yang mana memiliki sebuah gaya budaya keraton yang khas. Lalu pada masa penyebaran Islam di Pulau Jawa. Ada beberapa catatan sejarah yang mengatakan bahwa masa penyebaran batik cukup pesat pada jaman Kesultanan Mataram, Kasunanan Surakarta sampai Kesultanan Yogyakarta. Kemudian terus berkembang sampai abad ke 18 dan abad ke 19. 

Batik memiliki banyak fungsi dalam kehidupan sehari – hari, mulai dari sebagai sandang pakaian sampai berbagai hiasan rumah tangga. Motif dari batik ini banyak sekali ragamnya, mulai dari motif yang sederhana sampai motif dengan tingkat hiasannya cukup rumit. Motif batik ini juga dipengaruhi oleh banyak sekali hal seperti pengaruh tempat, wilayah, budaya dan kebiasan lingkungan. Berikut beberapa jenis motif batik yang kerap di jumpai di wilayah Indonesia :

1. Motif Sekar Jagad

Motif sekar jagad merupakan motif paling khas di Indonesia, berasal dari pulau Jawa nama sekar jagad diambil dari bahasa Jawa kuno yang berarti keindahan dan kecantikan. Arti keindahan dan kecantikan ini akan membuat siapa saja yang memandangnya terpesona.  Sedangkan beberapa orang mengatakan bahwa arti kata dari sekara jagad berasal dari bahasa Jawa asli yaitu ‘kar jagad’ yang mana bermakna peta dunia. Motif batik sekar jagad mulai gencar berkembang pada abad ke 18 dan terus berkembang sesuai jaman.

2. Motif Sidomukti Magetan

Sesuai namanya bisa diketahui bahwa batik motif ini berasal dari daerah Magetan  yang berapa di provinsi Jawa Timur. Inti dari motif ini adalah gambar dasar yang terdiri dari kumpulan bambu – bambu dengan artian mulia dan sejahtera yang mencapai kebahagiaan lahir dan batin. Meskipun memiliki jenis motif yang sama yaitu dominan dengan gambar bambu namun ada satu motif bambu yang sangat khas dan menjadi andalan di banyak produsen batik yaitu motif ‘Pring Sedapur’ yang mana berbentuk kumpulan bambu dengan sebuah bulan pada bagian atas gambar bambu.

3. Motif Keraton

Batik motif keraton dianggap sangat skral sebagai motif batik yang ada di Indonesia. Karena hanya bisa digunakan oleh keluarga besar kerajaan saja membuat batik keraton amat di spesialkan. Salah satu motifnya adalah motif batik larangan keraton yang mana dalam pemakainnya haruslah menggunakan aturan – aturan tertentu yang harus dipenuhi. Bukan tanpa alasan mengapa batik larangan keraton hanya boleh dipakai oleh keluarga kerajaan saja, awalnya karena filosofi dari batik ini yang cukup kuat dan memiliki artian yang sangat tinggi. Batik larangan keraton memiliki artian bijaksana dan dermawan seperti halnya keluarga keraton yang berdarah biru.

Motif batik larangan keraton sendiri sangatlah banyak dan sangat beragam, berikut beberapa contoh motif yang ada dalam koleksi batik larangan keraton :

- Motif Huk

Motif batik ini memiliki bermacam gambar yang saling berkesinambungan dan memiliki artian yang kuat. Seperti gambar kerang yang melambangkan kelapangan hati, binatang yang mengartikan watak sentosa, tumbuhan yang bersimbol kemakmuran, cakra, burung, sayap yang menyimbolkan ketabahan hati yang besar dan garuda sebagai symbol keberanian.  Motif Huk ini dipakai sebagai symbol pemimpin yang berbudi luhur, cerdas, berwibawa, memberi kemakmuran dan selalu tabah.

+62 852-2765-5050 .sajadah batik sogan

- Motif Kawung

Berpola geometris dengan empat pola berbentuk elips yang mengelilingi pusat atau dalam istilah Jawa disimbolkan sebagai keblat papat lima pancer atau berarti empat sumber tenaga alam dan empat penjuru mata angin. Dalam pendapat lain mengatakan bahwa motif kawung terdiri dari gambar teratai yang tenagh mekar dengan artian sebagai bunga lambang kesucian. Untuk itu dalam pemakaiannya diharapkan bahwa orang tersebut akan berguna dalam kehidupan sehari – hari. Yang paling terkenal dari motif kawung adalah motif kawung alit gurdha.

- Motif Parang

Motif parang sangat ditekankan pemakaiannya dalam Keraton Yogyakarta.  Motif parang berasal dari filosofi gambaran pedang yang menyimbolkan sebuah penguasaan dan keberanian ksatria saat berperang. Atau dari versi lainnya mengatakan bahwa motif ini berasal dari pengamatan Panembahan Senapati kepada ombak yang ber riak. Motif parang ini terbagi menjadi empat jenis, yaitu parang klithik, parang baron, parang gendreh dan parang rusak barong. Pemakaian dari batik motif ini tersendiri – sendiri, seperti berikut :
  • Parang motif barong biasanya dikenakan oleh para sultan, permaisuri dan istri utama, putra mahkota, putri sulung sultan, putra sulung sultan dan istri utama, Kanjeng Panembahan dan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati.
  • Parang gendreh dipakai oleh putra – putri dari permaisuri dan istri utama, istri, putra – putri dari putra mahkota, pangerang Sentono, istri utama para pangeran dan para patih.
  • Bebet parang rusak klithik biasa dipakai oleh istri dan garwa ampeyan putra mahkota.

- Motif Semen

Kata semen berasal dari kata ‘semi’ dan ‘tumbuh’ yang mana memiliki arti kesuburan, kemakmuran dan alam semesta. Batik larangan motif semen terdapat berbagai gambar di dalamnya seperti gunung, garuda, sayap, candi dan naga. 

- Motif Cemukiran

Bentuk dari motif ini adalah api atau sinar dimana api melambangkan keberanian, kesaktian dan ambisi. Sedangkan symbol sinar diibaratkan cahaya sinar matahari yang melambangkan kehebatan dan keagungan.

- Motif Udan Liris

Motif ini mengartikan tentang ‘hujan gerimis’ yang menyimbolkan kesuburan bagi tumbuhan dan ternak. Motif udan liris merupakan gabungan dari berbagai gambar motif lain yang berbentuk garis sejajar. Motif udan liris bisa dikenakan oleh putra dari garwa ampeyan, wayah, buyut, canggah, Pangeran Sentana dan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom.

4. Motif Sogan

Motif ini merupakan jenis batik klasik di Indonesia yang unsur tradisionalnya masih kental . bernama sogan karena awal mulanya terbuat dari bahan alami dari pohon kayu soga. Dengan dominan warna gelap seputar coklat muda, coklat tua dan hitam menjadikan matif sogan syarat akan kehidmatan dan keagungan. Pada mulanya batik sogan hanya dipakai oleh para raja, namun sekarang ini sudah banyak orang mulai memakaiannya.

Motif batik sogan sekarang sudah menjadi pemakaian umum yang mana telah dibbuat menjadi beraneka ragam hal. Mulai dari pakaian sehari – hari, modifikasi aksesoris sampai alat ibadah seperti mukena, sajadah dan sampul Al – Qur’an. Salah satunya sajadah motif sogan yang mana sudah banyak sekali peminatnya. Untuk informasi penjualan sajadah batik sogan bisa menghubungi Telp/WA/SMS ke +62 852-2765-5050. Dan disini kami juga menyediakan anda yang ingin membeli grosir sajadah batik yang bagus untuk anda,