DISKON | Souvenir 40 Hari Orang Meninggal | 0852-2765-5050

souvenir 40 hari orang meninggal, 0852-2765-5050

Souvenir 40 Hari Orang Meninggal – Pada saat ulama-ulama terdahulu mendakwahkan agama islam ke masyarakat Indoneisa, mereka mendaoati bahwa bangsa Indoneisa ini telah memiliki adat yang sangat kuat. Adat yang sudah mengakar kuat disetiap orangnya. Dan tidak sedikti adat-adat tersebut bertentangan dengan syariat islam. Sehingga hal ini menjadi satu tantangan oleh para ulama terdahulu. Kebiasaan atau adat tersebut biasanya masih sangat menuruni dari kebiasaan orang Hindu Budha bahkan kepercayaan. Jadi terkadang banyak hal atau kebiasaan yang sangat bertentangan dengan syariat islam. 

Oleh karena itu para ulama terdahulu mendakwahkan islam dengancara yang halus, yaitu dengan mengganti beberapa kebiasaan yang tadinya bertentangan dengan agama diganti dengan amalan-amalan yang islami, seperti do’a-do’a, dzikir, beberapa ajaran islam yang dituangkan dalam sebuah kesenian. Pada intinya ulama terdahulu mendakwahkan islam dengan sangat halus. Karena itu adalah salah satu cara untuk dakwah di nusantara pada saat itu. 

Salah satu kebiasaan yang hingga saat ini masih dilakukan oleh sebagian orang Indonesia adalah acara tahlilan. Kebiasaan tersebut juga salah satu kebiasaan yang dialihkan dengan amalan syariat islam. Tahlilan ini biasanya dilakukan ketika ada orang yang meninggal. Tahlilan dilakukan pada hari pertama hingga ke tujuh. Setelah itu tahlilan juga dilakukan lagi pada hari ke 40 setelahmeninggal, hari ke 100, 1 tahun, 2 tahun dan terakhir 1000 hari. 

Pada saat acara tahlilan, biasanya pada saat acara tahlilan dilakukan pembacaan doa-doa dan juga dzikir. Biasanya juga dibacakan surat yasin. Namun sekarangtidak semua wilayah mengadakanacara tahlilan dengan membaca surat yasin. Acara tahlilan dilaksanakan dirumah duka dan biasanya juga ada hidangan yang diberikan kepada para tamu yang datang. 

souvenir 40 hari orang meninggal, 0852-2765-5050

Sesuai dengan definisi, ada banyak tradisi Islam dalam budaya Indonesia. Selain itu, di sini kita memiliki tradisi yang dipegang dan dipraktikkan oleh orang-orang, terutama mereka yang tinggal di daerah pedesaan, seperti Tahlilan. Secara historis, tradisi ini diciptakan karena asimilasi Islam dan budaya Hindu-Budha. Di Tahlilan orang-orang berkumpul di rumah keluarga yang anggotanya baru saja meninggal, kemudian mereka membaca tahlil, dan Alquran khususnya ayat Yaseen (36), dan berdoa (bukan salat) dengan harapan agar dosa-dosa yang sudah meninggal diampuni oleh Allah dan perbuatan baiknya diterima oleh Allah. Praktik ini diadakan secara normal pada malam setelah upacara pemakaman terus menerus sampai hari ketujuh, kemudian diadakan lagi pada hari ke-40, dan hari ke-100, meskipun praktiknya dapat bervariasi.

Orang-orang melakukan acara yasinan dan tahlil memiliki niat untuk menghibur keluarga kesedihan, dengan makna sudah tersedianya dan pemeliharaan Tuhan Yang Maha Esa (الله) yang ditinggalkan keluarga tidak larut dalam kesedihan ... Yasinan dan Tahlil membaca Tradisi seperti yang dilakukan umat Islam di sana tidak dilakukan pada zaman nabi Muhammad dan teman-temannya. Tapi tradisi itu dimulai sejak masa penyebaran agama Islam ke Indonesia oleh Sunan Walisongo khususnya di Jawa yang mereka lakukan berdasarkan dari Alquran dan Hadist Nabi, kemudian mereka menyusun serangkaian bacaan tahlil, secara rutin mempraktikkannya dan mengajarkannya kepada umat Islam.

 Ini mereka lakukan karena pada saat itu ada tradisi dalam masyarakat Jawa ketika dibiarkan mati oleh kerabatnya melakukan ritual selama tujuh hari berturut-turut dan empat puluh hari setelah kematian, mereka percaya bahwa ritual ini dapat menebus dosa-dosa kubur atau ahli paling tidak bisa menambah pahala, tetapi dalam praktik sering diisi dengan perjudian dan mabuk Latar belakang semacam ini, Sunan Walisongo pindah untuk mengubah kebiasaan mereka dengan ritual Islam, yang diisi dengan doa bersama, mengucapkan doa untuk keselamatan para ahli kubur dan keluarga dengan membaca Yasin dan tahlil.

Salah satu dari tahlilan adalah tahlilan 40 hari. Tahlilan 40 hari ini dihitung dari hari meninggalnya. Tahlilan 40 hari orang meninggal ini biasanya ada juga yang menggunakan hitungan waton. Namun tidak semua orang memakai hitungan tersebut. Karena ada juga yang tida tahu atau tidak bisa menghitung hal-hal seperti itu. 

Pada sat acara tahlilan tentunya membutuhkan persiapan yang sangat banyak. Seperti menyiapkan tempat, menyiapkan hdangan, mengundang orang dan masih banyak lainnya. Salah satunya bila anda ingin memberikan sebuah souvenir 40 hari orang meninggal yang bisa diberikan kepada para tamu yang datang. Souvenir ini bisa anda beli ditempat kami. Souvenir yang ada ditempat kami ini adalah souvenir dari produk sajadah yang telah dikemas dengan berbagai macam model yang unik dan menarik. 

Souvenir dari sajadah ini sangat cocok untuk dipakai acara tahlilan 40 hari. Dengan hal itu anda bisa memberikan sebuah barang yang bermanfaat. Sajadah souvenir ditempat kami ini sudah terjamin kualitas dan juga harganya terjangkau. Untuk anda yang ingin membeli souvenir 40 hari orang meninggal ini anda bisa langsung membelinya pada kami. Kami menjual souvenir ini secara online. Sehingga anda akan mendapatkan souvenir yang bagus dan terjangkau serta mudah. Bagi anda yang ingin memesan atau bertanya-tanya dapat menghubungi nomor 0852-2765-5050 via WA/SMS/TLP.