Jual Sajadah Murah

Jual Sajadah Murah

Pengertian Umroh Menurut Bahasa & Istilah | Menurut para Ahli

Baca Juga

Pengertian Umroh - Dalam rukun islam yang kelima, umat islam diperintahkan untuk melaksanakan haji. Haji adalah ibadah yang dilaksanakan minimal sekali dalam hidupnya.  Dengan catatan mampu dalam segi fisik, mental serta finansial. Ibadah haji dapat diartikan dengan berkunjung atau ziarah ke kota Mekkah kota suci dalam islam. Haji dilaksanakan khusus pada bulan dzulhijah yaitu bulan terkahir dalam islam. Ada beberapa rukun yang wajib dilaksanakan pada saat berhaji di kota suci Mekah dan Madinah. Seperti ihram, sa’i, tawaf, lempar jumrah, wukuf, dan beberapa rukun lain yang wajib dilaksanakan dalam ibadah haji. Semua umat islam yang berhaji wajib melaksankan semua rukun haji. 

pengertian umroh menurut bahasa dan istilah, 0852-2765-5050

Semua orang dari seluruh penjuru dunia melaksanakan ibadah haji dalam waktu yang sama. Dalam tempat yang sama pula. Oleh karena pada musim haji Mekah dan Madinah akan dipenuhi jutaan umat islam. Semua memiliki niat yang sama yaitu hanya beribadah dan beribadah kepada Allah. Dalam ibadah haji juga tak sedikit yang harus kehilangan nyawa. Karena harus berdesakan dengan jutaan manusia lainnya. Apalagi di Indonesia rata-rata yang berangkat haji adalah para lansia. Karena banyak sekali masyarakat di Indonesia yang ingin menunaikan haji. Akan tetapi setiap negara telah dibatasi kuota pemberangkatan haji setiap tahunnya. Jadi banyak orang yang harus menunggu lama walaupun sudah mendaftar. Bahkan saat ini jika mendaftar haji. Kita harus menunggu selama kurang lebih 10-20 tahun setelah pendaftaran. 

Selain masa penantian yang panjang, biaya yang dibutuhkan untuk sekali berhaji tidaklah sedikit. Banyak orang yang harus menabung selama puluhan tahun barus bisa mendaftar haji. Karena itu haji diwajibkan hanya untuk orang yang mampu dalam fisik, mental serta finasial. Jadi untuk dapat menunaikan ibadah haji, kita harus siap secara fisik, mental dan finansial. Mungkin banyak orang yang telah mampu secara fisik. Tapi rezekinya belum mencukupi untuk pergi haji. Tapi bukan islam bila tidak memberikan kemudahan bagi umatnya. Jika belum bisa untuk menunaikan ibadah haji. Kita bisa melaksanakan ibadah umrah. 

Dalam islam juga ada ibadah yang disebut dengan umroh. Pengertian umroh secara bahasa adalah ziarah atau berkunjung, bisa jadi menengok atau datang. Sedangkan secara Istilah syara’ umroh berarti mengunjungi baitul haram atau kota Mekah bertujuan untuk beribadah (ihram, sai, tawaf ) dan melaksanakan syarat serta rukun umrah. Perbedaan yang mencolok antara haji dan umrah yaitu terdapat pada rukunnya. Dalam rukun umroh, tidak ada perintah untuk berwukuf. Oleh karena itu umrah sering disebut dengan haji kecil. 

Selain menurut bahasa dan istilah, ada beberapa pengertian lain yang menguatkan tentang ibadah umroh. Pengertian umrah menurut para ahli, semua para ahli sepakat dengan pengertian umrah secara bahasa dan istilah syar’i. Akan tetapi ada perbedaan pendapat dari hukum umrah sendiri. Pertama adalah sunnah muakaddah, hukum ini dipegang oleh ulama seperti Imam sayfi’i, Imam hanafi, Imam Ahmad, Ibnu Mas’ud dan beberapa lainnya. Hukum ini didasarkan atas sabda Rasululloh SAW ketika ditanya “ Apakah Umrah Wajib?” Beliau menjawab “Tidak, akan tetapi jika kalian umrah maka itu lebih baik”. Pendapat yang kedua adalah wajib. Terutama bagi orang – orang yang haji. Pendapat ini dipegang kuat oleh Imam Syafi’i. 

Dalam haji ataupun umrah, ada satu kata yang sering disebut-sebut oleh sebagian masyarakat. Ada istilah haji mabrur atau umrah mabrur. Mengapa dikatan haji atau umrah mabrur? Sebenarnya apakah arti kata mabrur sendiri? Mabrur secara bahasa berarti kebaikan atau biasa juga taat berbakti. Secara istilah mabrur berarti diterima ibadahnya oleh Allah SWT. Sedangkan pengertian umrah yang mabrur sendiri adalah diterimanya ibadah umroh oleh Allah SWT. Namun jika dilihat secara nyata, Mabrur tidaknya umrah seseorang tidak terlihat. Karena itu merupakan hal yang bersifat ghoib. Hanya allah SWT yang mengetahui apakah umroh yang dilakukan mabrur atau tidak. Akan tetapi kita bisa melihat tanda-tanda bahwa umrah tersebut mabrur. 

jual sajadah batik, souvenir sajadah batik, 0852-2765-5050

Sajadah yang cocok untuk oleh-oleh umroh anda. Info lengkap hubungi kami 0852-2765-5050 via WA/Telp/SMS. 

Setelah pulang dari ibadah umroh, kita bisa melihat apakah umroh yang dilaksanakan mabrur atau tidak. Itu terlihat dari perubahan kebiasaan kita sehari hari, seperti :
  1. Lisan yang santun, setelah pulang umroh dapat berkata lebih santun. Menghargai orang lain dan tidak melakukan ghibah tau membicarakan orang lain. Tutur katanya juga sopan tidak menyakiti perasaan orang lain. Dan yang pastinya selalu rendah hati serta tidak sombong.
  2. Rajin beribadah, setelah selesai umrah, ibadah kita harus lebih rajin, semakin giat melakukan hal-hal sunah dan semakin bertakwa kepada allah SWT dimanapun dan kapanpun.
  3. Bersih hati, hal ini bisa dicerminkan pada kehidupan sehari-hari. Dalam kehidupan sehari-harinya selalu jujur kepada diri sendiri maupun orang lain. Tidak pernah berbohong dalam pekerjaan ataupun kegiatan sehari-harinya.
  4. Meningkatkan jiwa sosial, ketika dilingkungan masyarakat lebih bisa membaur dengan tetangga. Tidak menutup diri dengan lingkngan sekitar dan bisa bersoaialisasi dengan lingkungan sekitar. 

Untuk itu, ibadah umroh adalah ibadah yang sangat bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Jika kita telah mampu untuk berumroh jangan pernah menunda kesempatan tersebut. Karena untuk umroh waktu dan biaya yang dibutuhkan tidak sebanyak ketika haji. Jadi kita harus selalu berusaha agar bisa menunaikan ibadah umroh. Jangan pernah putus asa untuk berbuat kebaikan.
Pengertian Umroh Menurut Bahasa & Istilah | Menurut para Ahli Pengertian Umroh Menurut Bahasa & Istilah | Menurut para Ahli Reviewed by Sajadah Batik on June 09, 2018 Rating: 5

Top Category 1

Activities
Powered by Blogger.